Review: Fermentasi Kulit Buah Kakao Sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia

Authors

  • Widya Febriyani Program Studi Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung

DOI:

https://doi.org/10.34128/jpb.v4i2.55

Keywords:

fermentasi, kulit buah kakao, limbah agoindustri, ruminansia

Abstract

Kulit buah kakao (KBK) merupakan limbah agroindustri yang melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal. Kandungan nutrien seperti serat kasar yang tinggi dan juga kandungan protein yang rendah sehingga diperlukan teknologi pengolahan seperti fermentasi untuk meningkatkan kualitas nutrisi kulit buah kakao. Fermentasi kulit buah kakao dapat meningkatkan daya cerna, menurunkan kandungan lignin, meningkatkan kadar protein, dan meminimalisir anti nutrisi theobromine. Review ini membahas pengolahan kulit buah kakao yaitu fermentasi terhadap kualiatas nutrisi dan performa ternak. Hasil studi menunjukkan bahwa penambahan T. viride dan S. cerevisiae pada kulit buah kakao dengan level 8% memberikan hasil terbaik pada peningkatan protein kasar sedangkan penambahan A.niger  0,5% memberikan hasil terbaik pada penurunan serat kasar. Kulit buah kakao yang difermentasi dengan Bioplus+jerami jagung dapat meningkatkan pertambahan bobot badan harian pada kambing lokal jantan. Pengolahan yang tepat dapat meningkatkan kandungan nutrisi dan juga performa pada ternak. Selain itu, pemanfaatan limbah ini mendukung prinsip ekonomi sirkular dan keberlanjutan dalam sektor peternakan. Dengan demikian, kulit buah kakao memiliki prospek menjanjikan sebagai pakan alternatif yang ekonomis dan ramah lingkungan bagi ruminansia.

References

Abadi T., C.M.S. Lestari an E. Purbowati, 2015. Pola Pertumbuhan Bobot Badan Kambing Kacang Betina Di Kabupaten Grobogan. Animal Agriculture Journal 4(1): 93-97.

Agus, A., & Budisatria, I. G. S. (2012). Performa domba yang diberi complete feed kulit buah kakao terfermentasi. Buletin Peternakan, 36(3), 162–168.

Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia. 2019. Statistik Kakao Indonesia. Jakarta. Katalog; 5504005. ISSN; 2714-8440.

Bahari, I. K., Iriyanti, N., & Widiyastuti, T. (2023). Kadar Serat Kasar dan Protein Kasar Kulit Buah Kakao yang Difermentasi Secara Bertingkat Menggunakan Trichoderma viride dan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan, 11(1), 18–25. https://doi.org/10.20956/jitp.v11i1.20923.

Hasanuddin, A. 2002. Penggunaan dedak padi yang difermentasi Neurospora sp. sebagai pengganti jagung dalam ransum ayam petelur. Agroland, 9(1): 74-79.

Junaidi, F., & Adi Winarno, D. W. (2024). Pengembangan teknologi fermentasi pakan berbasis hijauan untuk peningkatan kualitas nutrisi pada ternak kambing (Rojokoyo Farm). Jurnal SainTek, 1(1), 76–82.

Kamilidin, A. Agus dan I.G. Suparta Budisatria, 2012. Ferforman Domba yang Diberi Pakan Complete Feed Kulit Buah KakaoTerfermentasi. Buletin Peternakan. Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta. Vol.36:162-168.

Karda, I. W., Bulkaini, B., Ashari, M., & Tarmizi, T. (2015). Profil Nutrisi Kulit Buah Kakao yang Difermentasi dengan Fermentor Berbeda. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan Indonesia, 1(1), 40–46. http://eprints.unram.ac.id/32119/18/17 profil nutrisi kulit buah kakao.pdf%0Ahttp://eprints.unram.ac.id/32119/2/14 Profil Nutrisi Kulit Buah Kakao yang Difermentasi.pdf.

Laconi, E. B., & Jayanegara, A. (2015). Improving nutritional quality of cocoa pod (Theobroma cacao) through chemical and biological treatments for ruminant feeding: In vitro and in vivo evaluation. Asian-Australasian Journal of Animal Sciences, 28(3), 343–350. https://doi.org/10.5713/ajas.13.0798.

Lesmana, A., Iriyanti, N., & Widiyastuti, T. (2020). Kadar NDF dan ADF Kulit Buah Kakao yang Difermentasi Secara Bertingkat Menggunakan Trichoderma viridae dan Saccharomyces cerevisiae. Jurnal Ilmu Dan Teknologi Peternakan, 8(2), 57–63.

Pane, D. (2017). Pengaruh Fermentasi Kulit Buah Coklat Dengan Kapang Phanerochaete chrysosporium dan Neurospora crassa Terhadap Perubahan Kandungan Lignin, Selulosa, dan Hemiselulosa. Jurnal LPPM UGN, 7(4), 1–10.

Puastuti, W., dan I. W. R. Susana. 2014. Potensi dan pemanfaatan kulit buah kakao sebagai pakan alternatif ternak ruminansia. Watazoa, 24(3): 151-159.

Sujono, Hidayati A and Yuliati I. (2019). Evaluation of the Nutrition and Anti-Nutrition of the fermentation of Cacao Seed Skins (Theobromacacao L). International Journal of Science and Research (IJSR) ISSN: 2319-7064.

Suparjo, K, G. Wiryawan, E.B. Laconi dan D. Mangunwidjaja, 2011. Performan Kambing yang Diberi Pakan Kulit Terfermentasi. Buah J. Kakao Media Peternakan, Edisi April 2011:25 41.

Suparman, H. Hafid, L. Baa, 2016. Kajian Pertumbuhan Dan Produksi Kambing Peranakan Ettawa Jantan Yang Diberi Pakan Berbeda, JITRO VOL.3(3):1-9.

Tillman, A. D., H. Hartadi, S. Reksohadiprodjo, Prawirokusumo Lebdosoekodjo, dan 1991. S. S. Ilmu Makanan Ternak Dasar. Gadjah Mada University Yogyakarta.

Winarno, F. G. 2010. Enzim Pangan. Bogor: Mbrio Press.

Witjaksono, J. & Asmin. 2016. Cocoa farming system in Indonesia and its sustainability under climate change. Agriculture, Forestry and Fisheries 5: 170-180. https://doi. org/10.11648/j.aff.20160505.15.

Yakin, E. A., Sariri, A. K., & Sukaryani, S. (2020). Pengaruh Penambahan Aspergilllus niger terhadap Kandungan Nutrien pada Proses Fermentasi Kulit Buah Kakao (Theobroma cacao). Jurnal Ilmu Peternakan Dan Veteriner Tropis (Journal of Tropical Animal and Veterinary Science), 10(2), 135. https://doi.org/10.46549/jipvet.v10i2.109.

Zakariah, M. A., R. Utomo, and Z. Bacharuddin. 2016. Pengaruh inokulasi Lactobacillus plantarum dan Saccharomyces cerevisiae terhadap fermentasi dan kecernaan in vitro silase kulit buah kakao. Buletin Peternakan, 40(2): 47-50.

Downloads

Published

2025-12-24

How to Cite

Febriyani, W. (2025). Review: Fermentasi Kulit Buah Kakao Sebagai Alternatif Pakan Ternak Ruminansia. Jurnal Peternakan Borneo, 4(2), 1–8. https://doi.org/10.34128/jpb.v4i2.55