Analisis Ketersediaan Pakan dan Implikasinya terhadap Pengembangan Ternak Unggas di Kabupaten Tanah Laut
DOI:
https://doi.org/10.34128/jpb.v5i1.61Keywords:
pakan unggas, ketersediaan pakan, indeks daya dukung, populasi unggasAbstract
Ketersediaan pakan merupakan faktor utama yang menentukan kapasitas produksi dan keberlanjutan usaha ternak unggas. Kabupaten Tanah Laut memiliki posisi strategis sebagai sentra pasar ternak di Kalimantan Selatan, namun pengembangan unggas di wilayah ini masih terkendala oleh rendahnya kemandirian pakan akibat ketidakmerataan distribusi pakan antarkecamatan. Berdasarkan data statistik terbaru, kesenjangan akses pakan ini berdampak langsung pada efisiensi usaha, terutama di kecamatan dengan populasi unggas tinggi namun produksi pakan lokal yang terbatas. Penelitian ini bertujuan menganalisis profil populasi unggas, ketersediaan pakan lokal, serta implikasinya terhadap pengembangan ternak unggas di setiap kecamatan. Data yang digunakan adalah data sekunder dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan serta Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut tahun 2023-2025. Analisis dilakukan secara deskriptif melalui tabulasi dan interpretasi terhadap produksi pakan, kebutuhan pakan, serta struktur populasi unggas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total produksi pakan lokal mencapai 134.462 ton per tahun, sedangkan kebutuhan pakan mencapai 1.993.260 ton per tahun. Ketimpangan ini mengindikasikan bahwa sebagian besar kecamatan mengalami defisit pakan, terutama wilayah dengan populasi ayam pedaging dan petelur yang tinggi. Hanya sedikit kecamatan yang memiliki kapasitas produksi pakan lebih baik, seperti Kurau yang berpotensi menjadi sumber bahan pakan bagi wilayah lain. Temuan ini menegaskan perlunya strategi peningkatan produksi bahan pakan lokal dan penguatan distribusi antarkecamatan untuk mendukung pengembangan unggas secara berkelanjutan di Kabupaten Tanah Laut.
References
Alhuda, S. (2021). Strategi pemasaran ayam kampung di Bandar Lampung. Revenue: Jurnal Manajemen Bisnis Islam, 2(2), 189-206. https://doi.org/10.24042/revenue.v2i2.10272.
Amam, Fanani, Z., Hartono, B., & Nugroho, B. A. (2019). Usaha ternak ayam pedaging sistem kemitraan pola dagang umum: Pemetaan sumber daya dan model pengembangan. Sains Peternakan, 17(2), 5-11. http://dx.doi.org/10.20961/sainspet.v17i2.26892.
Anggraini, E. (2021). Mewujudkan Keberlanjutan Pasokan Pangan dalam Periode Pandemi COVID-19. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 3(1), 71-77. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0301.71-77.
Anggriani, L., Muwahid, B., & Sumartono. (2023). Analisis potensi pakan hijauan untuk pengembangan ternak ruminansia di Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. Jurnal Nutrisi Ternak Tropis, 6(2), 104-112.
Anisa, P. (2019). Analisis pendapatan dan kelayakan finansial usaha ayam pedaging (broiler). [Skripsi Sarjana Program Studi Agribisnis: Fakultas Pertanian, Universitas Medan].
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut. (2023). Kabupaten Tanah Laut dalam angka 2023. https://tanahlautkab.bps.go.id.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut. (2024). Kabupaten Tanah Laut dalam angka 2024. https://tanahlautkab.bps.go.id.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Tanah Laut. (2025). Kabupaten Tanah Laut dalam angka 2025. https://tanahlautkab.bps.go.id.
Bahri, S., & Tiesnamurti, B. (2012). Strategi pembangunan peternakan berkelanjutan dengan memanfaatkan sumber daya lokal. Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pertanian, 31(4), 142-152.
Daru, T. P., Mayulu, H., Suhardi, Safitri, A., & Ardiansyah. (2024). Peningkatan populasi ternak ruminansia di Kabupaten Penajam Paser Utara berdasarkan potensi hijauan pakan. Jurnal Peternakan Lingkungan Tropis, 7(1), 01-10.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Tanah Laut. (2022). Laporan Kinerja (LKj) Tahun 2021. Pelaihari: Pemerintah Kabupaten Tanah Laut.
Ezra, M., Roessali, W., & Setiadi, A. (2025). Analisis risiko pasar DOC dan pakan serta harga broiler terhadap pertumbuhan pengusaha kecil peternakan ayam broiler di Indonesia. Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, 11(1), 1463-1476.
FAO. (2023). Contribution of terrestrial animal source food to healthy diets for improved nutrition and health outcomes: An evidence and policy overview on the state of knowledge and gaps. Rome, FAO. https://doi.org/10.4060/cc3912en.
Hasbiah, S., & Hasdiansa, I. W. (2025). Perancangan model bisnis inovatif untuk optimalisasi potensi peternakan di Desa Paconne’ Kecamatan Belopa Kabupaten Luwu menggunakan Business Model Canvas (BMC). Journal of Innovative and Creativity, 5(3),32462-32471.
Hermalena, L., Noer, M., Nazir, N., & Hadiguna, R. A. (2022). Manajemen rantai pasok agroindustri rumput laut. Jurnal Rekayasa, 12(02), 153-163. https://doi.org/10.37037/jrftsp.v12i2.172.
Juanda, F., Arfai, & Husmaini. (2023). Potensi dan strategi pengembangan peternakan ayam kampung di Kota Padang Provinsi Sumatera Barat. Jurnal Wahana Peternakan, 7(1), 14-21. https://doi.org/10.37090/jwputb.v7i1.738.
Lantarsih, R., Widodo, S., Darwanto, D. H., Lestari, S. B., & Paramita, S. (2011). Sistem Ketahanan pangan nasional: Kontribusi ketersediaan dan konsumsi energi serta optimalisasi distribusi beras. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian, 9(1), 33-51.
Moreki, J. C., Bhawa, S., Moreki, M. I., & Adesehinwa, A. O. (2025). Poultry production in Africa: Present status, challenges, opportunities, and prospects. Egyptian Journal of Veterinary Sciences, 56(1), 1-15. https://doi.org/10.21608/ejvs.2025.352822.2604.
Nelfiyanti, Nugrahani, R. A., & Fithriyah, N. H. (2020). Analisis nilai tambah pengelolaan dedak padi menjadi deffated dan minyak, JISI: Jurnal Integrasi Sistem Industri, 7(1), 41-47. https://doi.org/10.24853/jisi.7.1.41-47.
Nhara, R. B., Chikanga, T. J., Baloyi, J. J., & Antonio, J. (2026). Effects of supplementing fermented water hyacinth (Eichhornia crassipes) meal in hy-Line brown hens on oviduct morphometric characteristics, internal egg quality and shelf life. Frontiers in Animal Science, 7, 1754130. https://doi.org/10.3389/fanim.2026.1754130.
Oziana, N., Agustina, F., & Moelyo, H. (2019). Sistem pemeliharaan dan kontribusi usaha ternak ayam lokal (Gallus domesticus) terhadap pendapatan rumah tangga peternak. Journal of Integrated Agribusiness, 1(2), 107-114.
Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Tanah Laut. (2026). Peta wilayah Kabupaten Tanah Laut. https://ppid.tanahlautkab.go.id.
Prihatna, N., Adharianto, B., Kusuma, M. R., Triadi, A., Noerfadillah, A., & Pitria, Q. A. (2024). Analisa manajemen rantai pasokan pada UPP KPBS Pangalengan. Jurnal Inovasi Masyarakat, 4(2), 65-73. https://doi.org/10.33197/jim.v4i2.2201.
Purwandari, H., & Sita, R. (2022). Daulat pangan di desa tambang. Policy Brief Pertanian, Kelautan, dan Biosains Tropika, 4(4), 346-350. https://doi.org/10.29244/agro-maritim.0404.346-350.
Rachman, A., Yochanan, E., Samanlangi, A. I., & Purnomo, H. (2024). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Karawang: CV Saba Jaya Publisher.
Rasidi & Haryadi, J. (2016). Evaluasi kebijakan pengembangan pakan mandiri. Dalam Prosiding Forum Inovasi Teknologi Akuakultur, hlm 689-702. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Perikanan.
Rusdiana, S., & Soeharsono. (2019). Efisiensi usaha pembibitan ayam lokal unggul Balitbangtan skala peternakan rakyat. Jurnal Ilmiah Ilmu-Ilmu Peternakan, 22(2), 73-83. https://doi.org/10.22437/jiiip.v22i2.8349.
Seo, A. Y., & Kaleka, M. U. (2024). Optimasi mitigasi risiko rantai pasokan kedelai dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Media Agribisnis, 8(1), 39-53. https://doi.org/10.35326/agribisnis.v8i1.5232.
Srianingrum, Likah, S., & Priyanto, B. (2023). Analisis strategi pengembangan usaha ternak itik pedaging di Kecamatan Kalidawir Kabupaten Tulungagung. Agriekstensia: Jurnal Penelitian Terapan Bidang Pertanian, 22(2), 174-180. https://doi.org/10.34145/agriekstensia.v22i2.2581.
Sumanto, E., & Juariani. (2006). Potensi kesesuaian lahan untuk pengembangan ternak ruminansia di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner, IPTEK Sebagai Motor Penggerak Pembangunan Sistem dan Usaha Agribisnis Peternakan. Bogor 4-5 Agustus 2004. Puslitbangnak, Balitbangtan. Bogor.
Sumiarsih, D. R. (2018). Analisis efisiensi usaha peternakan ayam ras pedaging pola kemitraan dan pola mandiri di Kecamatan Larangan Kabupaten Pamekasan. Maduranch, 3(1), 7-12.
Suprijatna, E. (2010). Strategi pengembangan ayam lokal berbasis sumber daya lokal dan berwawasan lingkungan. Prosiding Seminar Nasional Unggas Lokal ke IV. Semarang: Fakultas Peternakan Universitas Diponegoro.
Susilowati, E. M. (2021). Pengembangan dan pemasaran ternak burung puyuh di Desa Tegaldowo Gemolong Sragen. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4), 897-900. https://doi.org/10.31949/jb.v2i4.1527.
Syukur, S. H., Fanani, Z., Nugroho, B. A., & Antara, M. (2014). Empowerment of livestock farmer through graduate program to build to village on dynamics of beef cattle farmers groups level of gaduhan model. Journal of Natural Science Research, 4(2), 107-112.
Triyanto, Rahayu, E. S., & Purnomo, S. H. (2018). Analisis daya dukung wilayah pengembangan sapi potong di Kabupaten Gunungkidul. Prosiding Seminar Nasional Dalam Rangka Dies Natalis UNS Ke 42, 2(1), d.13-d.21.
Wisnel, & Iqbal, M. (2023). Optimalisasi formulasi pakan ternak menggunakan bungkil inti sawit (PKC) pada peternakan unggas Sumatera Barat: Pendekatan pemrograman linier. INOMET: Jurnal Inovasi Rekayasa Mekanikal dan Termal, 1(2), 1-7.
Yulianto, R., Nurwidodo, N., Widianingrum, D. C., & Khasanah, H. (2022). Budidaya rumput odot dan teknologi pengawetan hijauan pakan ternak sapi di Desa Kalibendo, Kecamatan Pasirian, Lumajang. JPKMI (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Indonesia), 3(1), 27-37. http://dx.doi.org/10.36596/jpkmi.v3i1.127.
Yusriani, Y. (2021). Analisis pengembangan wilayah peternakan ruminansia berdasarkan kebutuhan pakan di Kabupaten Aceh Besar. Jurnal Bisnis Tani, 7(1), 1-11.
Zaman, S., Santosa, E., Karti, P. D. M., Agusta, H., & Muladno. (2020). Jejak lahan sistem pertanian terpadu tanaman-ternak di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur. Jurnal Agronomi Indonesia, 48(2), 218-226. https://dx.doi.org/10.24831/jai.v48i2.30581.



